Rabu, 12 Agustus 2009



Nasi Jamblang


Nasinya biasa saja, tidak berbumbu. Tetapi karena dibungkus dan disajikan di atas daun jati, nasi ini menjadi istimewa. Bahkan orang Cirebon sendiri menyukainya. Boleh dibilang Nasi Jamblang favoritnya jajanan Cirebon. Buktinya kedai nasi jamblang bertebaran di berbagai jalan di kota Cirebon, baik siang maupun malam. Namun yang paling beken adalah Warung Nasi Jamblang Mang Dull. Letaknya di daerah Gunung Sari, tepatnya di jalan Dr. Cipto Mangunkusumo tepat di seberang supermarket Matahari.


Empal Gentong

Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan kayu bakar (pohon mangga) di dalam gentong (periuk tanah liat). Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong berasal dari desaBattembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.



Tahu Gejrot


Tak banyak orang yang tahu mengapa tahu yang disantap bersama saus kecokelatan ini dinamakan tahu gejrot. Tetapi kata sebuah sumber nama itu diambil dari cara memberi saus yang digejrotkan (dikeluarkan dari botol melalui lubang dengan cara dikocok-kocok). Biasanya penjual tahu gejrot menyediakan 2 piring terbuat dari tanah liat seukuran telapak tangan orang dewasa. Piring pertama digunakan untuk tahu goreng yang sudah di iris-iris. Piring kedua berisi ramuan khas yang terdiri dari bawang merah, cabe, dan garam. Bumbu ini kemudian diulek lalu ditambahkan saus berupa campuran gula merah dan kecap tadi yang dibubuhi sambil digejrot kan tadi.

Penganan ini bisa ditemukan di hampir setiap sudut kota Cirebon. Salah satu pedagangnya adalah Sarkim (32) yang sudah 10 tahun menjajakan dagangan ini. Daerah operasinya meliputi jalan-jalan utama Cirebon seperti Pagongan, Karanggetas, dan Siliwangi. Ia berjualan sejak jam 9 pagi hingga 5 sore.

Tahu-tahu ini diambilnya dari seroang bandar tahu gejrot di daerahnya sekitarCiledug, 35 km ke arah timur Cirebon. Karena bergabung dengan bandar tahu gejrot ini, ia berkesempatan mengikuti acara-acara resmi di kota Cirebon yang menghadirkan makanan-makanan khas Cirebon. Dalam satu hari ia bisa mendapatkan keuntungan hingga 20 ribu rupiah. "Lumayanlah untuk biaya makan sehari-hari", tuturnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar